Welcome to Afive Blog

Kata-kata yang baik memiliki daya kreatif, kekuatan yang membangun hal-hal mulia, dan energi yang menyiramkan berkat-berkat kepada dunia.
JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU

Minggu, 13 Juni 2010

LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Share on :


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan iptek tersebut perlu adanya penyesuaian-penyesuaian, terutama sekali yang berkaitan dengan faktor-faktor di sekolah. Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran yang perlu dipelajari dan dikuasai pleh guru/calon guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara baik berdaya guna dan berhasil.
Di dalam makalah ini kami akan membahas terkait dengan penjelasan diatas, yaitu mengenai media pendidikan atau media pembelajaran. Tetapi dikarenakan dari media pembelajaran itu banyak sekali macam dan pembahasannya, kami akan membahas terkait media pembelajaran yaitu media lingkungan.


B.     Rumusan Masalah
  1. Lingkungan yang bagaimana yang bisa menjadi media pembelajaran ?
  2. Apa manfaat yang dapat diambil dari lingkungan sebagai media pembelajaran ?
  3. Seberapa besar pengaruh lingkungan sebagai media pembelajaran itu ?

C.     Tujuan Masalah
1.       Agar mengetahui lingkungan yang bagaimana yang bisa menjadi media pembelajaran.
2.       Agar mengetahui apa manfaat yang dapat diambil dari lingkungan sebagai media pembelajaran.
3.       Agar mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan sebagai media pembelajaran.


BAB II
PEMBAHASAN
LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

A.     Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran/Pendidikan
Lingkungan yang berada disekitar kita baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat dijadikan  sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi :
1.      Masyarakat di sekeliling sekolah;
2.      Lingkungan fisik di sekitar sekolah;
3.      Bahan-bahan yang tersisa atau tidak terpakai dan bahan-bahan bekas yang bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan alat bantu dalam belajar , seperti; tutup botol, batu-batuan, kerang, kalneg bekas, bahan yang tersisa dari kayu dan sebagainya;
4.      Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.

Sebagaimana diketahui bahwa anak didik atau siswa sebelum masuk sekolah telah membawa pengalaman yang bermacam-macam yang merke atemui dilingkungan mereka. Guru hanya berusaha agar murid lebih akrab dengan lingkungan. Langkah awal yang dapat dilakukan kea rah itu adalah :
1.      Menanami halaman sekolah dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga.
2.      Membawa tumbuh-tumbuhan atau hewan tertentu kedalam kelas.
3.      Mengusahakan koleksi rumput-rumputan dan daun-daunan (herbarium), serangga (insektarium), ikan dan binatang air (akuarium).
4.      Menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan, semuanya itu dapat dijadikan sumber pengajaran.

Disamping itu lingkungan luar sekolah juga dapat digunakan sebagai sumber belajar baik berupa manusia atau masyarakat, tumbuh-tumbuhan, hewan/binatang dan sumber-sumber alam lainnya. Topic-topik yang dipilih hendaklah memenuhi syarat-syarat sebagai sumber belajar, antara lain :

1.      Harus sesuai dengan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP);
2.      Dapat menark perhatian siswa;
3.      Hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat;
4.      Dapat mengembangkan keterampilan anak berinteraksi dengan lingkungan;
5.      Berhubungan erat dengan lingkungan siswa, dan
6.      Dapat mengembangkan pengalaman dan pengetahuan siswa.

Peristiwa alam juga dapat dijadikan sumber belajar seperti : banjir, topan, gempa, letusan gunung berapi, hujan, petir. Kepala sekolah hendaknya menyarankan kepada guru agar kreatif dalam mencari sumber belajar disekitar sekolah. Karena itu perlu memperhatikan langkah-langkah, antara lain :
1.      Menyelidiki lingkungan sekitar, mencari hal-hal yang diusahakan dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
2.      Membuat perencanaan proses belajar mengajar berdasarkan topic yang dipilih.
3.      Mengorganisasi siswa secara berkelompok atau secara individual sesuai dengan kebutuhan.
4.      Menjelaskan kepada sisiwa mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan.
5.      Memberikan tugas kepada kelompok dan individu.
6.      Mendiskusikan hasil kerja yang diperoleh.
7.      Menyimpulkan hasil kerja.
8.      Menilai kerja siswa dan
9.      Tindak lanjut yang diperlukan.

Masyarakat merupakan salah satu aspek lingkungan yang besar manfaatnya untuk dijadikan sumber belajar. Hal ini akan memberikan manfaat tidak saja kepada sekolah atau anak didik, tetapi juga kepada masyarakat itu sendiri. Manfaat tersebut antara lain :
  1. Bagi Sekolah
1.      Sebagai umpan balik untuk menyempurnakan proses belajar mengajar yang terintegrasi antara anak didik, pendidik dan masyarakat.
2.      Mata pelajaran (bidang studi) yang diberikan akan bersifat fungsional, bermafaat dan berguna bagi masyarakat.
3.      Sekolah akan peka menghadapi kebutuhan masyarakat. Begitu juga terhadap kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.
4.      Sekolah akan menjauhi pengetahuan yang bersifat verbalitas.
5.      Membangkitkan motivasi untuk mengadakan penelitian terhadap fakta-fakta yang ada di masyarakat.
6.      Memberikan pengalaman langsung dan praktis kepada anak didik tentang problem-problem di masyarakat.
7.      Anak didik dan pendidik akan lebih mengenal adat istiadat dan kebudayaan lingkungan atau masyarakat sehingga mereka juga menyadari peranan masyarakat dalam pembangunan.
8.      Sekolah akan menyiapkan kader-kader pembangunan untuk daerah pedesaan.
9.      Lebih ekonomis, sebab suatu dapat dijadikan tujuan yang berbeda-beda dari bermacam-macam bidang studi.
10.  Membiasakan anak didik untuk mendekati suatu masalah secara interdisipliner (masalah-masalah sosial dan masalah-masalah yang ada disekitar lingkungannya).
11.  Memberikan keseimbangan yang tepat antara perkembangan intelektual dan keterampilan praktis.
12.  Sekolah dapat terbantu dengan ikut sertanya masyarakat bertanggung jawab sebagian terhadap pembiayaan dan penyediaan gedung-gedung.
13.  Masyarakat bersama sekolah, dinas dan lembaga-lembaga lainnya akan lebih bekerja sama dalam pelaksanaan pembangunan.
14.  Anak didik akan lebih menyadari bahwa pendidikannya adalah untuk kepentingan masyarakat.
15.  Pendidik akan memperoleh pengalaman-pengalaman yang berharga untuk penyempurnaan proses belajar mengajar.
  1. Bagi Masyarakat
Sedangkan untuk kepentingan masyarakat dapat bermanfaat, antara lain :
a.       Pembangunan mesyarakat akan berjalan lancer, sebab setiap lapangan kehidupan akan dapat bantuan tenaga terdidik dari anak didik yang ahli dalam bidangnya.
b.      Anggota masyarakat dapat secara jujur dan terbuka mengkritisi keadaan sebenarnya yang terjadi dalam masyarakat, mislanya pemberantasan buta huruf dan sebagainya.
c.       Membantu pemecahan masalah pengangguran yang sering terjadi dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan Kelompok Belajar Pengetahuan Dasar (KBPD), Kelompok Belajar Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (KBPKK), dan Kelompok Belajar Pendidikan Kejuruan (KBPK).
d.      Membantu dalam usaha membendung terjadinya arus urbanisasi ke kota-kota besar, sebab telah banyak anggota masyarakat yang telah mendapat latihan-latihan atau kursus-kursus yang praktis dan fungsional di desa-desa.
e.       Melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau karyawisata dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi mereka pada umunya dan desa pada khususnya.
f.        Dengan bantuan tenaga-tenaga yag terdidik maka anggot masyarakat akan memiliki cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang lebih sistematis terhadap program pembangunan.
g.       Masyarakat aka dapat mengatasi masalah-masalah kehidupan yang mereka hadapi.
h.       Masyarakat akan merasa bahwa sekolah adalah milik mereka sendiri, karena mereka lebih mengenal fungsi sekolah untuk pembangunan masyarakat dari tangga pertama.
i.         Dengan adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat maka akan tercipta suatu kondisi yang dapat mendorong masyarakat untuk gemar belajar.
Beberapa cara yang dapat dilakukan sekolah dalam memanfaatkan masyarakat sebagai media pendidikan :
1.      Melakukan kerja sama dengan orang tua murid;
2.      Membawa sumber-sumber dari masyarakat kedalam sumber-sumber yang diusahakan masyarakat seperti pertanian, perusahaan.
3.      Mengajak anak didik ke lingkungan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam suatu kegiatan tertentu.

  1. Karyawisata (Field Strip)
Karyawisata dolakukan dibawah bimbingan guru dengan membuat perencanaan yang matang terlebih dahulu, perumusan tujuan dan tugas yang harus dilakukan, misalnya mengunjungi pabrik, perkebunan, museum, dan sebaginya.
Dalam menggunakan karyawisata perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Tujuan harus jelas dan rencana cermat dan matang.
    2. Anak didik mempelajari segala sesuatu yang akan dikunjungi tersebut.
    3. Anak didik dapat melihat hubungan karyawisata dengan apa yang mereka pelajari.
    4. Anak didik mengerti apa tujuan yang akan dicapai dari karyawisata, dan apa yang diharapkan dari masing-masing mereka sekembalinya dari karyawisata tersebut.
    5. Guru atau salah seorang utusan sebaiknya pergi terlebih dahulu untuk mengunjungi objek karyawisata supaya dapat membuat perencanaan yang lebih matang.
    6. Setiap kegiatan karyawisata di diskusikan dan dinilai.
    7. Anak didik diminta untuk membuat laporan.
    8. Diusahakan jangan sampai terlalu banyak mengganggu bidang studi lainnya.
  1. Kemping atau Perkemahan Sekolah
            Anak didik diajak secara langsung kea lam lingkungan untuk berkemah. Perkemahan ini banyak mempunyai nilai-nilai pendidikan, misalnya merasa dekat dengan alam sekitar dan menimbulkan rasa kagum terhadap keindahan alam sebagai ciptaan Tuhan dan dapat menimbulkan rasa dekat dengan Tuhan pencipta alam semesta, memupuk rasa tanggung jawab, jiwa gotong royong, dan perasaan sosial. Perkemahan sekolah merupakan teknik pendidikan dan pembinan praktis untuk pembentukan kepribadian dan budi luhur, dan berjiwa sosial serta bertanggung jawab atas tugas yang diemban.[1]

B.     Teknologi Komunikasi Sebagai Lingkungan Media Pembelajaran Dalam Pengembangan Pendidikan
Teknologi komunikasi merupakan teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan-bahan (sofware) yang disajikan telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan, dan teknologi komunikasi pendidikan itu mempunyai suatu manfaat dalam mempengaruhi dan mengetahui hal–hal yang ada di sekitar dan diperuntukan kepada orang lain secara timbal balik, sehingga mampu untuk memecahkan suatu masalah dalam kehidupan seperti halnya di indonesia sarana yang cukup memadai dalam teknologi komunikasi adalah media radio, televisi dan lain–lain. Teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menimbulkan kepekaan terhadap keadaan, nasib serta malapetaka yang menimpa pada suatu daerah, dengan adanya media teknologi komunikasi maka keadaan yang demikian dapat menimbulkan suatu respon dan rasa solidaritas (kesetiakawan) kepada orang lain apabila dalam pendidikan khususnya pendidikan formal maka teknologi komunikasi seperti media komunikasi yang dijadikan pelengkap untuk menambah intlektual dan emosianal dalam pendidikan misal: OHP video, televisi maka selain itu haruslah ada teknologi kemunikasi yang lebih sentral atau menjadi pusat pengembangan dan pemahaman bagi anak didik yaitu seorang pendidik (guru) yang dapat memberikan suatu pesan atau amanah dalam menjadikan anak didik lebih dewasa, maka dari itu kami disini membahas tentang manfaat dari lingkup teknologi dalam pengembangan pendidikan/proses pembelajaran.
Komunikasi berasal dari bahasa latin : Communicatee yang berarti memberitahukan, berpartisipasi atau menjadi milik bersama, misalnya komunikasi diartikan : proses menyebarkan informasi, berita, pesan, pengetahuan atau nilai-nilai dengan maksud menggunakan partisipasi agar hal-hal yang disampaikan itu menjadi milik bersama antara komunikator (orang yang menyampaikan pesan) dan kemunikasi (orang yang menerima pesan).[2]

Komunikasi memegang peranan penting dalam pendidikan agar komunikasi antara guru dan siswa berlangsung baik dan informasi yang disampaikan guru dapat diterima siswa, guru perlu menggunakan media pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar melalui media terjadi bila ada komunikasi antara guru (sumber) dan murid (penerima).
Dalam proses / konsep teknologi pendidikan, tugas media bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber (pengajar) dan sipenerima (anak didik), namun lebih dari itu merupakan bagian yang integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.[3]

Pola komunikasi dalam interaksi pendidikan dibagi menjadi 2 bagian:
(1) Pola komunikasi satu arah
Seorang guru sebagai pusat belajar mengajar (teacher centered), guru menyampaikan pelajaran dengan berceramah sianak didik mendengarkan dan mencatat (si anak didik pasif) gurulah yang merencanakan, mengendalikan dan melaksanakan segala sesuatu.
Tapi pola ini banyak kelemahan dibanding keuntungan, kelemahanya : suasana kelas kaku, guru cenderung otoriter sebab hubungan guru dengan si anak seperti majikan dengan bawahan, mengerti atau tidak mengertinya si anak didik tidak dengan cepat diktehu guru dan guru akan berbicara terus menerus.
(2) Pola komunikasi dua arah
Pada pola ini sianak didik memperoleh pengetahuan didalam kelas di bawah bimbingan guru atau dengan bantuan tenaga temannya sendiri, terjadilah suatu proses saling bertukar pikiran atau saling membero informasi yang mematangkan si anak didik dalam segala perbuatan belajar.

Dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak didik, guru/ pengajar haruslah tahu kriteria/karakteristik dari anak didiknya karena setiap individu itu mempunyai perbedaan adanya itu karena pengaruh:
1.  Pembawaan yaitu kepantasan intelegensi urat saraf dan benrtuk tubuh
2.  Lingkungan yaitu pengaruh dari luar yang mempengaruhi perkembangan anak. Misal: ekonomi keluarga, masalah keluarga.[4]

Didalam teknologi kominikasi yang penerapannya dalam pendidikan banyak sekali aktivitasnya yaitu :
·        fasilitas dan media yang mengentarai transaksi dan informasi
·        metode pendidikan dimana fasilitas dan media merupakan komponen integral
·        serangkaian pilihan yang menghendaki adanya :
a)      Perubahan fisik kelas
b)      Hubungan guru dan murid yang tidak langusng, artinya: bahwa ada media pelengkap untuk memberi suatu pengetahuan lebih dalam menangkap mata pelajaran
c)      Aktiviras murid yang relatif independent di kontrol guru
d)      Tenaga pembantu guru (juru ajar/para guru profesional)
e)      Perubahan peranan dan kecakapan guru yang diperlukan

Kita lihat dari teknologi komunikasi yang non verbal dan sepertinya bisa digunakan dalam komunikasi instruksional, komunikasi instruksional dari komunikasi secara keseluruhan yang bersifat metodis-teoritis, maksudnya kajian atau garapannya berpola tertentu, sehingga akhirnya bisa diterapkan untuk kepentingan dilapangan, adapun manfaat adanya komunikasi instruksional yaitu: efek perubahan tingkah laku yang terjadi, sehingga hasil tindakan komunikasi instruksional bisa dikontrol atau dikendalikan digunakan secara baik, misal : video dalam pengajaran, komputer untuk mengembangkan ilmu yang lebih maju, tapi komunikasi instruksional juga lebih ditekankan kepada pola perencanaan dan pelaksanaan secara operasional yang didukung oleh teori-teori untuk keberhasilan efek perubahan perilaku pada pihak sasaran pelaksanaan tersebut yaitu : guru, dosen, penyulung, pembimbing.[5]
Hambatan-hambatan yang terjadi dalam pengembangan teknologi komunikasi pendidikan dipengaruhi aspek internal dan juga aspek eksternal, dan pada aspek internal yaitu ada beberapa faktor :
Ø      Hambatan pada sumber yaitu komunikator/guru
a)      Hambatan kejiwaan/psikologis yaitu simpati, ketidak senangan, benci
b)      Hambatan bahasa yaitu gangguan sematik yang berhubungan digunakan arti kata salah (bahasa/kata-kata yang belum dipahami)
c)      Perbedaan pengalaman yaitu gangguan pada masalah kehidupan (penyampaian dari komunikator apa yang disampaikannya tentu tidak sebaik mereka yang mempunyai keahlian yang baik (kecongkakan, kurang motivasi, kurang pergaulan)
Ø      Hambatan pada media/alat komunikasi
a)      Hambatan/gangguan pada saluran terjadi karena adanya ketidakberesan pada saluran komunikasi atau pada suasana sekitar berlangsungnya proses komunikasi dalam pendidikan. Misalnya gangguan suara, tidak jelas/sakah teknis, gambar tidak jelas, dan lain-lain.
b)      Hambatan pada komunikan terjadi pada pihak komunikator atau pengajar dan media/saluran tetapi pihak sasaran pun bisa berpeluang untuk menghambat bahkan kemungkinan lebih besar dari yang lain (timbul kecurigaan) (menurut Cawley, 1982)

Untuk mengatasi hambatan di atas ada beberapa pelancar komunikasi, memperlancar itu dengan halnya :
1.      Kepercayaan/kredibilitas.
2.      Kewenangan yang adil.
3.      Kewibawaan.
4.      Kondisi tehnik yang baik.
5.      Penguasaan sematik/bahasa yang baik.
6.      Status sosial seseorang guru yang baik dan profesional.
7.      Menghindari lambang-lambang yang belum di pahami oleh penerima pesan.
8.      Penyajian yang di persiapkan secara mantap.

C.     Manfaat Teknologi Komunikasi Dalam Pendidikan/Pembelajaran
Masuknya teknologi komunikasi pendidikan dalam garis besarnya akan mempengaruhi strategi pengembangan kurikulum pola interaksi pendidikan dan lahirlah berbagai bentuk lembaga pendidikan, dalam hal ini media mempunyai peranan penting yang di laksanakan secara menyeluruh yaitu :
1.      Sumber media berupa orang saja ( kebanyakan terjadi pada madrasah sekarang ini) dalam pola interaksi ini guru kelas memegang penuh kendali atas berlangsungnya pengajaran dan bahkan pendidikan.
2.      Sumber berupa orang yang di bantu oleh sumber lain, maka guru masih memegang kontrol hanya saja tidak mutlak, karena dia dibantu oleh sumber lain.
3.      Sumber orang bersama sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab (terdapat kontrol bersama) misalnya media mengontrol penyajian informasi serta efektifitas penerimaan pesan sedang guru kelas mengontrol disiplin dan kegairahan belajar.

Di lihat dari segi penggunaan media ada tiga kecenderungan untuk penggunaan media yaitu:
a)      Dipakai secara massa yang meliputi radio, televisi, internet, dll.
b)      Dipakai dalam kelakuan, baik kecil maupun besar seperti : proyektor film bingkai, overhead , kaset video, kaset suara.
c)      Dipakai secara individual seperti mesin belajar misalnya komputer.
Dalam dunia pendidikan teknologi komunikasi itu sedemikian penting peranannya dalam proses pendidikan dan belajar mengajar, karena itu efektivitasnya harus menjadi perhatian serius para praktisi pendidikan terutama guru. Agar proses komunikasi lebih efktif dan dengan demikian tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Dan alat komunikasi juga penting sebagai pelengkap untuk mencapai pengembangan intelektual dan kreativitas anak didik dan hanya media yang akan mengontrol penyajian informasi bagi anak didiknya pula dan guru juga sebagai sumber sentral agar dapat memberi suatu pengetahuannya.

D.    Lingkup Internet Sebagai Media Pembelajaran
Internet mengapa diperlukan untuk pembelajaran ? Internet telah menggunakan teks, grafik, video dan juga audio secara bersamaan. Internet juga dapat menjangkau student di mana saja tanpa memperhatikan tempat dan waktu. Internet dapat memberikan layanan video walaupun tidak sebagus videotape, TV ataupun CD-ROM. Internet dapat berinteraksi secara real time, tapi tidak sebaik seperti telepon ataupun video konverensi. Internet dapat memberikan informasi secara tekstual, tetapi tidak selengkap buku atau majalah.
Internet mempunyai beberapa keunggulan dibandingan media lain. Internet mengkombinasikan kelebihan dari media lain sehingga penyampaian video dan suara lebih baik dari buku, lebih interaktif dari videotape dan seperti halnya CDROM, Internet dapat menghubungkan orang dari berbagai tempat dengan mudah dan cepat. Keuntungan yang lain, Internet bukan hanya media penyampai tetapi juga dapat sebagai content provider. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa Internet merupakan sumber informasi terbesar dan beragam saat ini.[6]



BAB III
P E N U T U P

A.     Kesimpulan
Lingkungan yang berada di sekolah maupun di luar sekolah dapat dijadikan  sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi : Masyarakat di sekeliling sekolah, Lingkungan fisik di sekitar sekolah, Bahan-bahan yang tersisa atau tidak terpakai dan yang bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan alat bantu dalam belajar, Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Masyarakat merupakan salah satu aspek lingkungan yang besar manfaatnya untuk dijadikan sumber belajar. Hal ini akan memberikan manfaat tidak saja kepada sekolah atau anak didik, tetapi juga kepada masyarakat itu sendiri.
Komunikasi memegang peranan penting dalam pendidikan agar komunikasi antara guru dan siswa berlangsung baik dan informasi yang disampaikan guru dapat diterima siswa, guru perlu menggunakan media pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar melalui media terjadi bila ada komunikasi antara guru (sumber) dan murid (penerima).

B.     Saran
Demikian pembahasan makalah kelompok kami. Semoga kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua. Dalam makalah ini tentunya masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, untuk itu saran dan kritik sangat kami harapkan demi perbaikan selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Asnawir. H, Usman Basyiruddin, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers, 2002.

Drs. Chabib Thoha, PBM-PAI di Sekolah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998.

Prof. Dr. H. Asnawir dkk, Media Pembelajaran, Cipta Pers, Jakarta, 2002.

Prof. Zahara Idris, MA., Dasar-Dasar Pendidikan, Angkasa Raya, Padang, 1981.

Drs. Dawit, M. Yusuf, Komunikasi pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung 1990.

Cepi Riyana, M.Pd, Peranan Tekhnologi dalam Pembelajaran,dalam http://www.cepiriyana.blogspot.com, 2008.


[1] Asnawir. H, Usman Basyiruddin, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers, 2002, h. 114.
[2] Drs. Chabib Thoha, PBM-PAI di Sekolah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998, h. 254
[3] Prof. Dr. H. Asnawir dkk, Media Pembelajaran, Cipta Pers, Jakarta, 2002, h. 7 – 9
[4] Prof. Zahara Idris, MA., Dasar-Dasar Pendidikan, Angkasa Raya, Padang, 1981, h. 71 – 73
[5] Drs. Dawit, M. Yusuf, Komunikasi pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung 1990, h. 11-12
[6] Cepi Riyana, M.Pd, Peranan Tekhnologi dalam Pembelajaran, http://www.cepiriyana.blogspot.com, 2008.
Properties

Share / Save / Like

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar baik menunjukkan pribadimu !