Welcome to Afive Blog

Kata-kata yang baik memiliki daya kreatif, kekuatan yang membangun hal-hal mulia, dan energi yang menyiramkan berkat-berkat kepada dunia.
JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU

Senin, 03 September 2012

MELULUSKAN PAHALA PUASA RAMADHAN dgn ZAKAT

Share on :


KHUTBAH IDUL FITRI 1433 H / 2012 M

Oleh: Afiful Ikhwan[1]

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ألله أكبر x٩ كبيرا والحمد لله كثيرا  -وسبحان الله بكرة واصيلا. لا اله الا الله - ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين. ولو كره الكافرون. لا اله الا الله وحده ,صدق وعده, ونصر عبده, وأعزّ جنده وهزم الاحزاب وحده. لا اله الإّ الله والله أكبر, الله اكبر ولله الحمد.
الحمد لله الّذي جعل الاعياد مَوْسِمًا لِلْخَيْرَاتْ. وجعل لنا ما فى الارض جميعا, لِلْعِمَارَةْ وَزَرْعِ الحَسَنَاتْ. أشهد أن لا اله إلاّ الله, وحده لا شرك له. وأشهد أنّ محمّدًا عبده ورسوله.
اللّهمّ صلّى وسلّم على هذا النّبيّ الكريم – محمد خاتمِ الأنبياء والمرسلين. أمَا بعد:  فيا أيّها المؤمنون, إتّقوالله حقّ تقاته, ولا تموتُنَّا إلاّ و أنتم مسلمون. واعلموا- أنّ يومَكم هذا يوم عظيم, وهو العيد المبارك. أحلّ الله فيه لكم الطّعام وحرّم الصّيام.

Allahu Akbar x 3 Walillahil Hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia !!!
Dengan berkumandangnya takbir, tahlil, dan tahmid yang telah menggema sejak malam tadi, berarti satu pertanda telah berakhirnya bulan Ramadhan.
Pada pagi hari ini, kita semua kaum muslimin dan muslimat telah memasuki yaumul azhim, hari agung yang sangat istimewa. Karena pada hari ini kebahagiaan dan kegembiraan berbaur menjadi satu, dalam dada setiap insan muslim dari segala arah dan penjuru, lisan kita mengucapkan kalimat yang sama “Allahu Akbar”, bibir kita basah dengan dzikir yang sama “Laa ilaaha Illah”, dan mulut kita menggemakan suara yang sama “Walillahil hamdu.” Sebagai tanda kesucian batin yang telah sebulan lamanya digembleng dalam kawah candra dimuka Ramadhan.
".... dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (.al-Baqarah:185)

Sebulan lamanya kita merasakan derita lahir batin, menanggung kesusah payahan lapar dan dahaga, mengekang segala bentuk nafsu yang menjurus kepada batalnya puasa, kesemuanya itu dikerjakan pada siang hari dengan penuh kesabaran, keihklasan, dan keimanan yang tiada lain hanyalah untuk mengharap keridhaan Allah SWT. Begitu pula malam harinya, mendirikan qiyamu Ramadhan, selama sebulan penuh kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti shalat tarawih, tadarus Al Qur’an dan lainnya, sebagai ibadah tathawu’ yang tidak lain juga merupakan tabungan untuk kehidupan akhirat kelak.
Hari ini adalah hari kemenangan, yang layak untuk kita sambut dengan sukacita dan pantas untuk kita rayakan. Tetapi segala suka cita yang kita rasakan pada hari ini, hendaknya tidak membuat kita lupa, pada pelajaran penting yang kita dapatkan dari hikmah berpuasa, tentang perihnya rasa lapar dan dahaga.  Jika kita bisa merasakan perihnya lapar dan dahaga sehari saat berpuasa, tentunya kita akan menyadari, betapa menderitanya orang-orang yang menahan lapar berhari-hari. Kegembiraan kita dalam menyambut kemenangan pada Idul Fitri ini, hendaknya juga tidak membuat kita lalai, bahwa ketika kita duduk dengan wajah berseri dan berbusana baru, masih ada orang – orang, yang -jangankan untuk berpakaian baru-, untuk tersenyum saja mereka tidak sanggup, karena perut mereka yang kelaparan. Perlu untuk kita sadari, bahwa Idul Fitri 1 Syawwal ini bukanlah ajang untuk adu gengsi, atau unjuk status sosial. Idul Fitri bukanlah sekedar arena kontes busana atau lomba menu dan kreasi kuliner.
Meskipun hari ini adalah hari suka cita, tetapi sangat pantas bagi kita untuk menjadikan hari ini sebagai “waqfah” tempat kita berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang, membaca jejak-jejak kita, mengevaluasi hari-hari yang telah kita lalui, sebagai pelajaran untuk langkah-langkah ke depan. Marilah kita mencoba memikirkan tentang kehidupan dunia kita, perbuatan dan tingkah laku kita, pada hari-hari yang telah kita lalui, kemudian kita menghitung-hitung, dan bertanya kepada diri kita sendiri “sudahkah cukup bekal kita untuk menghadapi hari nanti?” “Dimanakah tempat yang pantas untuk kita saat hanya ada surga dan neraka?”
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia !!!
Dunia yang kita huni saat ini hanyalah sementara. Baju baru yang kita pakai berapapun harganya- tak lama lagi akan menjadi usang, rumah yang kita tempati –betapapun megahnya- juga pasti akan kita tinggalkan, kendaraan yang kita naiki –bagaimanapun mewahnya- juga akhirnya hanya akan menjadi besi tua, atau barang rongsokan. Sedangkan apa-apa yang dijanjikan oleh Allah bagi hamba-hambanya yang beriman dan beramal shaleh adalah balasan berupa kenikmatan abadi, dan kebahagiaan untuk selama-lamanya.
Lalu tujuan apakah yang akan kita capai? Firman Allah SWT dalam Al Qur’an:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Al-baqarah: 183)
Dari ayat di atas kita memperoleh kesimpulan, bahwasanya puasa ramadhan adalah ibadah wajib, dengan tujuan untuk membentuk manusia yang bertakwa. Kita menyadari bahwa kehidupan yang telah kita lalui saat ini penuh dengan persoalan. Tidak sedikit manusia hidup tersesat ke lembah kehinaan, kerusakan, kehancuran, dan kesesatan, yang disebabkan karena salah langkah dalam mengatasi persoalan kehidupannya.
Yang pasti, dalam kehidupan ini kita dihadapkan kepada keadaan yang serba ganda, suka dan duka, manis dan pahit, salah dan benar, kaya dan miskin, juga ada perintah dan cegah. Apabila kita melihat kembali, tentang pengertian taqwa yg didapati, bahwasanya taqwa ialah mengerjakan semua perintah Allah, serta menjauhi semua larangan-laranganNya.
Jadi, seorang muttaqin ialah orang yang dapat menyelamatkan diri dari kesesatan, kehancuran dan semacamnya. Dengan mengikuti semua petunjuk, serta ketentuan Allah serta meninggalkan laranganNya, dia tidak salah langkah, juga tidak salah pilih dalam mengarungi samudera kehidupan, yang penuh dengan segala kemungkinan.
Dengan demikian, lembaran-lembaran perjalanan hidup seseorang yang bertaqwa, senantiasa berhiaskan amal-amal saleh, lebih mengutamakan kepentingan orang banyak, rela berqurban demi kemaslahatan umat, dan jiwanya penuh diliputi kasih sayang terhadap sesamanya.
Apabila keadaan seseorang sudah sampai kepada tingkat muttaqin. Maka tidak mustahil bahwa janji Allah akan segera terpenuhi, sesuai firmanNya:

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan. (An-Nahl: 97)
Itulah tujuan ibadah puasa Ramadhan, yang baru saja selesai kita kerjakan selama sebulan penuh.

Allahu akbar x 3 Wa Lillahilhamd
kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia !!!
Hari ini, adalah hari yang penuh kegembiraan, gembira karena terhapus segala dosa dan noda, sebagai bekas dari puasa Ramadhan yang telah kita laksanakan sebulan lamanya. Sabda Rasulullah:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًاوَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (رواه احمد)
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan hanya mengharap ridha Allah niscaya diampunilah segala dosanya yang telah lalu (HR. Ahmad)
Tetapi kita harus ingat, meskipun telah sempurna kita melaksanakan puasa Ramadhan, tetapi puasa itu sendiri masih tergantung pahalanya, antara langit dan bumi, tidak akan sampai kepada Allah sebelum dirobek dindingnya dengan membayar zakat fitrah.
Sabda Rasulullah SAW :

صَوْمُ شَهْرِ رَمَضَانَ, مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ, وَلا يُرْفَعُ اِلاَّ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ
“Puasa Ramadhan pahalanya masih tergantung antara langit dan bumi dan tidak akan diangkat dihadapan Allah kecuali dengan membayar zakat fitrah”
Dari hadist ini, dapat kita peroleh pelajaran, bahwasanya zakat fitrah merupakan kunci utama untuk diterimanya ibadah puasa kita, juga merupakan pembersih bagi orang-orang yang berpuasa.
Sabda Nabi Muhammad SAW:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةُ الْفِطْرِ ظُهْرَةٌ لِلصَّائِمِ, وَطُعْمَةٌ لِلْمَسَاكِيْنِ, فَمَنْ اَدَّاهَا قَبْلَ الصّلآةِ, فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ, فَمَنْ اَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ (رواه ابو داود, وابن ماجه)

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa Ramadhan dari perbuatan sia-sia dan keji juga merupakan hidangan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa menunaikannya sebelum sholat Ied, ialah zakat yang dikehendaki, dan barangsiapa yang menunaikannya sesudah shalat Ied, itulah sedekah dari sedekah-sedekah biasa (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Nyatalah, bahwa zakat fitrah merupakan satu kewajiban bagi semua muslim, lelaki maupun perempuan, hamba sahaya maupun merdeka, orang tua maupun anak kecil, Bagi anak-anak, zakat fitrah menjadi kewajiban orang tuanya, bagi istri, zakat fitrah menjadi tanggungan suaminya, bagi pembantu, zakat fitrahnya menjadi kewajiban majikannya. Dan begitu seterusnya,yakni setiap orang yang mempunyai tanggungan nafkah kepada seseorang, maka dia wajib menanggung zakatnya.
Perintah zakat dalam agama islam, disejajarkan dengan perintah menegakkan shalat, yang tidak kurang dari 33 kali disebut dalam al qur’an, dan dari 33 kali tersebut, perintah shalat selalu bergandengan dengan perintah zakat. Ini berarti bahwa antara shalat dan zakat, adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Artinya, Seorang mukmin yang baik, disamping dia menegakkan salat lima waktu, sudah tentu dia akan menunaikan zakat, baik zakat fitrah ataupun zakat mall. Keduanya sama-sama diperintahkan Allah, sebagai bentuk ajaran yang mengajarkan, bahwa keseimbangan antara hablumminallah dan hablumminannas harus ada dalam diri setiap umat islam, dengan demikian, maka, zakat adalah bentuk amal sosial yang tidak kalah pentingnya dengan salat. Zakat harus dibayarkan pada malam hari raya idul fitri, sampai sebelum dilaksanakannya shalat Ied. Tepatnya semenjak tenggelamnya matahari akhir ramadhan, sampai sebelum dilaksanakan shalat Idul Fitri.
Ied artinya kembali fitri artinya asal kejadiannya, ia kembali kepada asal kejadiannya, karena ia pada waktu lahir dari kandungan perut ibunya, tidak mempunyai dosa, maka pada tanggal 1 Syawal ini, karena ibadah puasanya, ia disebut kembali kepada asal kejadiannya pula.
Maka dari itu, kita dituntut sunat untuk mengucapkan “Minal Aidin wal Faa Izin” Mohon maaf lahir dan batin.
Jangan sampai kita mendiamkan sesama Muslim, apalagi kita sampai kecewa berkepanjangan dan mendiamkannya.
Sabda Rasulullah SAW :
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ, اَنْ يَهْجَرَ مُسْلِماً, فَوْقَ ثَلَاثَ يَوْمٍ, فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ

“Haram bagi kita orang islam yang mendiamkan saudaranya sama-sama islam lebih dari tiga hari. Apabila mati maka orang tersebut tetap akan masuk neraka”

Saudara-saudara sidang idul fitri yang berbahagia !!!
Marilah kita terus meningkatkan taqwa, dan mari kita ber-maaf-maafan, kita habiskan semua permasalahan kita, semua sengketa kita selama setahun yang telah lalu, agar kita kembali fitri.
Sebagai penutup, marilah dalam kesempatan yang baik dan penuh barokah ini kita laksanakan silaturahim, kunjung mengunjungi antara keluarga, orang tua, saudara, kerabat, sanak family, dan sahabat. Kepada mereka kita minta maaf, juga memberi maaf atas segala kesalahan lahir batin, sengaja ataupun tidak.
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايا ت والذكر الحكيم وتقبل مني و منكم تلاوته انه هو السميع العليم.


KHUTBAH KEDUA
·       الله أكبر  7 ×
·       الحمدلله حمدا كثيرا كما امر. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرك له, ارغاما لمن جهد به و كفر, و اشهد ان سيدنا محمد عبده ورسوله سيد الخلا ئف و البشر. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد و على اله و اصحا به مصابيح الغرر.
·       عبادالله اتقوا الله من سماع اللغو وفضول الخبر وانتهوا عما نهاكم عنه وزجر, واعلموا ان الله تعالى امركم بامر بدء فيه بنفسه وثنى بملائكته المسبحة بقدسه. فقال تعالى ان الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما.
·       اللهم صلى على نبى الرحمة وشفيع الامة وارض اللهم على اصحابه وقرابته وازواجه وذرياته اجمعين. وعن الخلفاء الراشدين ابى بكر وعمر وعثمان وعلي وعلى بقية الصحابة والتابعين وتابع التابعين ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وعلينا معهم برحمتك ياارحم الراحمين.
·       اللهم اغفر للمسلمين والمسلمين والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات, اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خدل المسلمين واعمل كلمتك الى يوم الدين واجعل بلدتنا هذه امنة مطمئنة وسائر بلدان المسلمين عامة. ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
·       عبادالله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم واسئلوه من فضله يعظكم ولذكرالله اكبر. والله يعلم ما تصنعون.


[1] Mahasiswa Pascasarjana S3 UIN Malang Jatim – Telah dikhutbahkan pada hari Minggu 1 Syawwal 1433H/2012M di Masjid Baitul Muttaqin Kediri Jatim.
Properties

Share / Save / Like

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar baik menunjukkan pribadimu !